BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR
BELAKANG MASALAH
Siswa
kelas XII IPA 3 MAN Tuban, terdiri dari 38 siswa dengan rincian siswa laki-laki
12 siswa, dan 24 siswa putri, dengan kemampuan akademis dibawah rata-rata,
sehingga partisipasi terhadap kegiatan pembelajaran juga rendah. Oleh karena
itu diperlukan model-model pembelajarn yang berfariatif, dan inovatif sehingga
dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas XII
IPA 3 dalam memahami materi pembelajarn Biologi, khusunya materi-materi yang
berkaitan dengan proses-proses metabolisme.
Biologi sebagai salah satu bidang
IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses
sains. Ketrampilan proses ini meliputi ketrampilan mengamati, mengajukan
hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu
mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan,
menggolongkan dan mendefinisikan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan
secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi factual yang relevan
untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari. (BNSP :
2006)
Materi tentang Metabolisme,
merupakan materi Biologi yang berkaitan dengan reaksi-reaksi kimia yang tidak
dapat diamati dengan kasat mata. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk
dapat memvisualisakan reaksi-reaksi kimia tersebut agar dapat diamati oleh
siswa secarta nyata. Istilah-istilah yang digunakan dalam proses-proses reaksi-reaksi
kimia relative sulit untuk diingat oleh siswa, oleh karena itu, jika siswa
diberi pengalaman dalam memahami konsep-konsep proses metabolisme, diharapkan
siswa dapat terbantu dalam menyelesiakan kesulitan-kesulitan dalam memahami
materi-materi yang mereka anggap sulit.
Kegiatan
belajar mengajar juga merupakan sebuah proses komunikasi, yaitu komunikasi
antara pendidik dengan peserta didik. Maka untuk memperlancar proses itu
diperlukan juga media komunikasi, yang pada dunia pendidikan, media itu dikenal
dengan sebutan media pembelajaran. Dalam hal ini media pembelajaran berperan
sebagai perantara penyampaian informasi dari pendidik kepada peserta didik.(Ahmad
Soleh : 2011).
Menurut I Wayan Santyasa (2007),
Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.
Verbalisme,
artrinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini
terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah),
siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru.
2.
Salah
tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh
siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan
dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan,
model, dan sebagainya.
3.
Perhatian
tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan
fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa
melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa
variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
4.
Tidak
terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan
psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak
terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya
konsep.
Terdapat bermacam-macam media
pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Tetapi
dalam pelaksanaannya tidak semua media tersebut dapat digunakan. Harus disesuaikan dengan
metode mengajar, kondisi siswa dan mata pelajaran yang dibahas, sehingga dengan
penggunaan media tersebut diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat (
Ahmad Soleh : 2011).
Penggunaan media pembelajaran
berbasis IT yang selama ini digunakan misalnya presentasi dengan menggunakan
Power Point, kurang dapat meningkatkan peran serta siswa dalam proses
pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran OHP atau LCD hanya memudahkan guru dalam menyajikan materi
pelajaran, tetapi tidak mendorong terjadinya aktifitas dan interaksi siswa.
Untuk menjadikan penyajian materi pelajaran yang menarik melalui LCD dibutuhkan
dukungan pengetahuan software yang memadai oleh guru, atau jika menggunakan
jasa seorang programmer, diperlukan biaya yang tidak sedikit.. Untuk itu masih
diperlukan media pembelajaran visual lainnya dengan beberapa modifikasi untuk
melengkapi media pembelajaran dengan menggunakan LCD.
1.2. RUMUSAN
MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat
ditarik rumusan masalahnya adalah :
a.
Materi
metabolisme merupakan materi pelajaran yang masih dianggap sulit oleh siswa.
b.
Siswa
Kelas XII IPA 3 kurang termotivasi untuk menahami materi Metabolisme karena
istilah-istilah dalam materi metablisme yang jarang mereka dengar.
c.
Hasil
belajar siswa Kelas XII IPA 3 pada sub pokok bahasan metabolisem masih rendah
karena pemahaman materi yang rendah.
d.
Dapatkah
model pembelajaran Picture and picture dengan media pembelajaran Papan Magnet
dapat meningkatkankan pemahaman siswa pada materi Metabolisme Karbohidrat.
1.3. TUJUAN
PENELITIAN
Meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi metabolisme karbohidrat, sub pokok bahasan Glikolisis dan
siklus Krab.
1.4. MANFAAT
PENELITIAN
Dapat Meningkatkan aktivitas belajar siswa pada matei motabolisme
karbohidrat sub pokok bahasan Glikolisis dan siklus Krab.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
Secara
psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan
masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat
orang-orang yang lebih tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada
berada pada tingkatan yang sama(Elizabeth, 1994 : 206). Oleh karena itu
diperlukan metode yang tepat dalam proses pembelajaran di Sekolah disesuaikan
dengan pola perkembangan psikologis mereka.
Secara umum, pendidikan saat ini mengalami kendala dalam hal
belajar dan pembejalarannya. Pembelajar dikelas yang dilakukan guru secara
konvensional atau masih tradisional dengan beberapa metode dan model belajar
tertentu seperti ceramah dan sebagainya, akan membuat para siswa merasa bosan
untuk mengikuti pelajaran tersebut. Atas dasar itu seiring dengan semakin
berkembangnya teknologi informasi yang sudah merambah ke dunia pendidikan
khususnya sekolah, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam
mengembangkan dan memamfaatkan teknologi yang ada. (Nurwahidah : 2011)
Menurut Merson (1985 : 4), salah satu faktor yang
mempengaruhi keberhasilan studi murid adalah cara belajar. Ada cara belajar
yang efisien dan cara belajar yang tidak efisien. Cara belajar yang efisien
adalah :
a. Berkonsentrasi
sebelum dan pada saat belajar
b. Segera
mempelajari kembali bahan yang telah diterima
c. Membaca dengan teliti dan betul bahan yang
sedang di pelajari, dan berusaha menguasai dengan sebaik-baiknya.
d. Mencoba menyelesaikan soal-soal, dan sebagainya
Menurut Sri Rahayu (1985 : 63), factor-faktor yang dapat
menghambat dalam belajar adalah factor endogin dan eksogin. Salah satu factor
eksogin yang dapat menghambat proses belajar adalah :
a. Guru kurang menguasai bahan
b. Metode yang digunakan kurang tepat
c. Tanpa menggunakan alat peraga.
Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimuplan bahwa,
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta adanya alat peraga (media)
dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Menurut Gagne (1970) dalam Arief dkk (1993 : 6), yang
dimaksud dengan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sedang menurut Briggs (1970) dalam
Arief dkk (1993 : 6), berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Arief (1993 : 7), menyimpulkan bahwa media adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pesan dari pengirim ke
penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta
perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan kegunaan
sebagai berikut :
1. Memperjelas penyajian pesan agar
tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan
belaka)
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu
dan daya indera seperti misalnya :
a. Obyek yang terlalu besar, bisa
digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
b. Obyek yang kecil, dibantu dengan
proyektor mikro, film bingkai, atau gambar.
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat,
dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi
dimasa lalu, dapat ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai,
foto maupun secara verbal.
e. Obyek yang terlalu kompleks
(misalnya mesin-mesin), dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
f. Konsep yang terlalu luas (Gunung
berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk
film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
3. Dengan menggunakan media pendidikan
secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini
media pendidikan berguna untuk :
a. Menimbulkan kegairahan belajar
b. Memungknkan interaksi yang lebih
langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c. Memungknkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut
kemampuan dan minatnya.
2.2. Tinjauan
Pustaka
Sejauh pengetahuan penulis, belum
ada judul PTK yang sama dengan PTK yang penulis lakukan. Yang penulis temukan
dari berbagai jurnal ilmiah dan internet, adalah PTK dengan tema picture and
picture tanpa media papan magnet.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Rencana
Penelitian
3.1.1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian tindakan kelas ini
adalah siswa kelas XII IPA 1 Madrasah Aliyah Negeri Tuban, Kabupaten Tuban,
sejumlah 38 siswa. Pertimbangan penulis adalah, siswa kelas XII IPA 1 beberapa
siswa memiliki kemampuan diatas rata-rata, kurang lebih 5,2 %, sedangkan
sisanya 94,8 % mempunyai kemampuan rata-rata dan dibawah rata-rata. Seringkali
terjadi ketimpangan dalam memahami materi pelajaran antara siswa rata-rata atas
dan siswa menengah dan berkemampuan bawah.
3.1.2. Setting
Penelitian
Penelitian dilakukan di semester 1
tahun pelajaran 2011/2012 di Madrasah Aliyah Negeri Tuban, kelas XII IPA 1.
3.1.3. Lama
Penelitian
Penelitian dilaksanakan sejak bulan
September sampai dengan November 2011, dimulai perencanaan sampai dengan
penulisan laporan.
3.1.4. Desain
Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode
Penelitian Tindakan Kelas, yang langkah-langkanya menurut Arikunto dalam Suyadi
(2010 : 16), adalah sebagai berikut :
a.
Perencanaan
b.
Pelasksanaan
c.
Evaluasi
d.
Refleksi
A.
Perencanaan
Meliputi persiapan media pembelajaran yang
berupa papan magnet, gambar-gambar yang berkaitan dengan materi yang diajarkan,
serta alat evaluasi.
B. Pelaksanaan
Tindakan yang akan dilaksanakan dalam PTK
ini adalah model pembelaran Picture and Picture dengan menggunakan media
pembelajaran papan magnet, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Guru
menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
2.
Guru
menyampaikan materi dengan menunjukkan gambar urut-urutan glikolisis melalaui
LCD proyektor
3.
Guru
melakukan pretest
4.
Guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dengan anggota 4 – 5 orang
5.
Guru
menyampaikan materi glikolisis dengan metode pembelajaran picture and picture
dengan menggunakan media papan magnet.
6.
Guru
meminta siswa untuk mendiskusikan urut-urutan glikolisis
7.
Guru
meminta wakil setiap kelompok untuk maju ke depan guna mengurutkan gambar
menjadi urutan proses glikolisis yang benar, dan cepat.
8.
Guru
meminta siswa kembali ke bangku masing-masing
9.
Guru
melakukan post test
10.
Guru
melakukan evaluasi
C. Observasi dan
Monitoring
Karena yang akan
diteiliti adalah tingkat pemahaman siswa, maka observasi yang dilakukan adalah dengan
membandingkan hasil evaluasi antara sebelum dan sesudah model pembelajaran
picture and picture dilaksanakan, dengan menggunakan alat evaluasi.
D. Analisis dan Refleksi
Analisis dan
refleksi akan dilaksanakan setelah tindakan pada siklus 1, adapun analisis akan
dilakukan pada skor yang diperoleh sebelum dan sesudah penyampaikan materi
glikolisis dengan metode pembelajaran picture and picture dengan menggunakan
metode pembelajaran picture and picture. Dari hasil analisis inilah peneliti
dapat menyimpulkan apakah model pembelaran picture and picture dengan
menggunakan media pembelajaran papan magnet dapat meningkatkan pemhaman siswa
pada materi Glikolisis.
E. Teknik
Pengumpulan Data
Teknik yang
digunakan untuk mengumpulkan data dalam PTK ini adalah hasil evaluasi yang
berupa soal-soal yang berkaitan dengan Glikolisis. Data yang diperoleh berupa
data kualitatif yang akan dibandingkan antara hasil pretest dengan post test.
F. Teknik Analisis
Data
Teknik anlisis
data adalah dengan analisis data diskriptif kualitatif karena data berupa angka-angka
hasil evaluasi siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman siswa pada materi yang
di PTK kan.
Lembar Soal
Terlampir
3.1.5. Jadwal Penelitian
|
No
|
KEGIATAN
|
MINGGU KE……
|
|||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
|
Perencanaan
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
Proses Pembelajaran
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
Evaluasi
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
Pengumpulan data
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
Analisis Data
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
Penyusunan Hasil
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
|
|
|
Laporan Hasil
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
Tinggalkan komentar ya
BalasHapus