Senin, 25 November 2013



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      LATAR BELAKANG MASALAH
            Siswa kelas XII IPA 3 MAN Tuban, terdiri dari 38 siswa dengan rincian siswa laki-laki 12 siswa, dan 24 siswa putri, dengan kemampuan akademis dibawah rata-rata, sehingga partisipasi terhadap kegiatan pembelajaran juga rendah. Oleh karena itu diperlukan model-model pembelajarn yang berfariatif, dan inovatif sehingga dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas XII IPA 3 dalam memahami materi pembelajarn Biologi, khusunya materi-materi yang berkaitan dengan proses-proses metabolisme.
            Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Ketrampilan proses ini meliputi ketrampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan mendefinisikan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi factual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari. (BNSP : 2006) 
            Materi tentang Metabolisme, merupakan materi Biologi yang berkaitan dengan reaksi-reaksi kimia yang tidak dapat diamati dengan kasat mata. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk dapat memvisualisakan reaksi-reaksi kimia tersebut agar dapat diamati oleh siswa secarta nyata. Istilah-istilah yang digunakan dalam proses-proses reaksi-reaksi kimia relative sulit untuk diingat oleh siswa, oleh karena itu, jika siswa diberi pengalaman dalam memahami konsep-konsep proses metabolisme, diharapkan siswa dapat terbantu dalam menyelesiakan kesulitan-kesulitan dalam memahami materi-materi yang mereka anggap sulit.
            Kegiatan belajar mengajar juga merupakan sebuah proses komunikasi, yaitu komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Maka untuk memperlancar proses itu diperlukan juga media komunikasi, yang pada dunia pendidikan, media itu dikenal dengan sebutan media pembelajaran. Dalam hal ini media pembelajaran berperan sebagai perantara penyampaian informasi dari pendidik kepada peserta didik.(Ahmad Soleh : 2011).
            Menurut I Wayan Santyasa (2007), Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.         Verbalisme, artrinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru.
2.         Salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya.
3.         Perhatian tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
4.         Tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.
              Terdapat bermacam-macam media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Tetapi dalam pelaksanaannya tidak semua media tersebut dapat digunakan. Harus disesuaikan dengan metode mengajar, kondisi siswa dan mata pelajaran yang dibahas, sehingga dengan penggunaan media tersebut diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat ( Ahmad Soleh : 2011).
            Penggunaan media pembelajaran berbasis IT yang selama ini digunakan misalnya presentasi dengan menggunakan Power Point, kurang dapat meningkatkan peran serta siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran OHP atau LCD  hanya memudahkan guru dalam menyajikan materi pelajaran, tetapi tidak mendorong terjadinya aktifitas dan interaksi siswa. Untuk menjadikan penyajian materi pelajaran yang menarik melalui LCD dibutuhkan dukungan pengetahuan software yang memadai oleh guru, atau jika menggunakan jasa seorang programmer, diperlukan biaya yang tidak sedikit.. Untuk itu masih diperlukan media pembelajaran visual lainnya dengan beberapa modifikasi untuk melengkapi media pembelajaran dengan menggunakan LCD.
1.2.      RUMUSAN MASALAH
            Dari latar belakang diatas, dapat ditarik rumusan masalahnya adalah :
a.    Materi metabolisme merupakan materi pelajaran yang masih dianggap sulit oleh siswa.
b.    Siswa Kelas XII IPA 3 kurang termotivasi untuk menahami materi Metabolisme karena istilah-istilah dalam materi metablisme yang jarang mereka dengar.
c.    Hasil belajar siswa Kelas XII IPA 3 pada sub pokok bahasan metabolisem masih rendah karena pemahaman materi yang rendah.
d.   Dapatkah model pembelajaran Picture and picture dengan media pembelajaran Papan Magnet dapat meningkatkankan pemahaman siswa pada materi Metabolisme Karbohidrat.
1.3.      TUJUAN PENELITIAN
            Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi metabolisme karbohidrat, sub pokok bahasan Glikolisis dan siklus Krab.
1.4.      MANFAAT PENELITIAN
            Dapat Meningkatkan aktivitas  belajar siswa pada matei motabolisme karbohidrat sub pokok bahasan Glikolisis dan siklus Krab.






BAB II
LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1.        Landasan Teori
Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada berada pada tingkatan yang sama(Elizabeth, 1994 : 206). Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat dalam proses pembelajaran di Sekolah disesuaikan dengan pola perkembangan psikologis mereka.
Secara umum, pendidikan saat ini mengalami kendala dalam hal belajar dan pembejalarannya. Pembelajar dikelas yang dilakukan guru secara konvensional atau masih tradisional dengan beberapa metode dan model belajar tertentu seperti ceramah dan sebagainya, akan membuat para siswa merasa bosan untuk mengikuti pelajaran tersebut. Atas dasar itu seiring dengan semakin berkembangnya teknologi informasi yang sudah merambah ke dunia pendidikan khususnya sekolah, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan memamfaatkan teknologi yang ada. (Nurwahidah : 2011)
Menurut Merson (1985 : 4), salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi murid adalah cara belajar. Ada cara belajar yang efisien dan cara belajar yang tidak efisien. Cara belajar yang efisien adalah :
a.   Berkonsentrasi sebelum dan pada saat belajar
b.  Segera mempelajari kembali bahan yang telah diterima
c.   Membaca dengan teliti dan betul bahan yang sedang di pelajari, dan berusaha menguasai dengan sebaik-baiknya.
d.  Mencoba menyelesaikan soal-soal, dan sebagainya
Menurut Sri Rahayu (1985 : 63), factor-faktor yang dapat menghambat dalam belajar adalah factor endogin dan eksogin. Salah satu factor eksogin yang dapat menghambat proses belajar adalah :
a.       Guru kurang menguasai bahan
b.      Metode yang digunakan kurang tepat
c.       Tanpa menggunakan alat peraga.
Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimuplan bahwa, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta adanya alat peraga (media) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Menurut Gagne (1970) dalam Arief dkk (1993 : 6), yang dimaksud dengan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sedang menurut Briggs (1970) dalam Arief dkk (1993 : 6), berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Arief (1993 : 7), menyimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan kegunaan sebagai berikut :
1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera seperti misalnya :
a.       Obyek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
b.      Obyek yang kecil, dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, atau gambar.
c.        Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
d.      Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu, dapat ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
e.       Obyek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin), dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
f.       Konsep yang terlalu luas (Gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
3.      Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
a.       Menimbulkan kegairahan belajar
b.      Memungknkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c.       Memungknkan anak  didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

2.2.      Tinjauan Pustaka
            Sejauh pengetahuan penulis, belum ada judul PTK yang sama dengan PTK yang penulis lakukan. Yang penulis temukan dari berbagai jurnal ilmiah dan internet, adalah PTK dengan tema picture and picture tanpa media papan magnet.



BAB III
METODE PENELITIAN

3.1       Rencana Penelitian
3.1.1.   Subyek Penelitian
            Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII IPA 1 Madrasah Aliyah Negeri Tuban, Kabupaten Tuban, sejumlah 38 siswa. Pertimbangan penulis adalah, siswa kelas XII IPA 1 beberapa siswa memiliki kemampuan diatas rata-rata, kurang lebih 5,2 %, sedangkan sisanya 94,8 % mempunyai kemampuan rata-rata dan dibawah rata-rata. Seringkali terjadi ketimpangan dalam memahami materi pelajaran antara siswa rata-rata atas dan siswa menengah dan berkemampuan bawah.
3.1.2.   Setting Penelitian
            Penelitian dilakukan di semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 di Madrasah Aliyah Negeri Tuban, kelas XII IPA 1.
3.1.3.   Lama Penelitian
            Penelitian dilaksanakan sejak bulan September sampai dengan November 2011, dimulai perencanaan sampai dengan penulisan laporan.
3.1.4.   Desain Penelitian
            Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, yang langkah-langkanya menurut Arikunto dalam Suyadi (2010 : 16), adalah sebagai berikut :
a.    Perencanaan
b.    Pelasksanaan
c.    Evaluasi
d.   Refleksi
                 A. Perencanaan
                      Meliputi persiapan media pembelajaran yang berupa papan magnet, gambar-gambar yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, serta alat evaluasi.
                 B. Pelaksanaan
                      Tindakan yang akan dilaksanakan dalam PTK ini adalah model pembelaran Picture and Picture dengan menggunakan media pembelajaran papan magnet, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.        Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
2.        Guru menyampaikan materi dengan menunjukkan gambar urut-urutan glikolisis melalaui LCD proyektor
3.        Guru melakukan pretest
4.        Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dengan anggota 4 – 5 orang
5.        Guru menyampaikan materi glikolisis dengan metode pembelajaran picture and picture dengan menggunakan media papan magnet.
6.        Guru meminta siswa untuk mendiskusikan urut-urutan glikolisis
7.        Guru meminta wakil setiap kelompok untuk maju ke depan guna mengurutkan gambar menjadi urutan proses glikolisis yang benar, dan cepat.
8.        Guru meminta siswa kembali ke bangku masing-masing
9.        Guru melakukan post test
10.    Guru melakukan evaluasi
C.    Observasi dan Monitoring
     Karena yang akan diteiliti adalah tingkat pemahaman siswa, maka observasi yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil evaluasi antara sebelum dan sesudah model pembelajaran picture and picture dilaksanakan, dengan menggunakan alat evaluasi.
D. Analisis dan Refleksi
     Analisis dan refleksi akan dilaksanakan setelah tindakan pada siklus 1, adapun analisis akan dilakukan pada skor yang diperoleh sebelum dan sesudah penyampaikan materi glikolisis dengan metode pembelajaran picture and picture dengan menggunakan metode pembelajaran picture and picture. Dari hasil analisis inilah peneliti dapat menyimpulkan apakah model pembelaran picture and picture dengan menggunakan media pembelajaran papan magnet dapat meningkatkan pemhaman siswa pada materi Glikolisis.
E.    Teknik Pengumpulan Data
     Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam PTK ini adalah hasil evaluasi yang berupa soal-soal yang berkaitan dengan Glikolisis. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang akan dibandingkan antara hasil pretest dengan post test.  

F. Teknik Analisis Data
     Teknik anlisis data adalah dengan analisis data diskriptif kualitatif karena data berupa angka-angka hasil evaluasi siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman siswa pada materi yang di PTK kan.

Lembar Soal
Terlampir
3.1.5.   Jadwal Penelitian
No
KEGIATAN
MINGGU KE……
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

Perencanaan
X


X


X






Proses Pembelajaran

X


X


X





Evaluasi

X


X


X





Pengumpulan data

X


X


X





Analisis Data


X


X


X




Penyusunan Hasil









X



Laporan Hasil










X


Tidak ada komentar:

Posting Komentar